Penyemangat Sembuh dengan Slogan Rehabilitasi Narkoba

  • HipnoTerapi
  • Oct 15, 2021
Rehabilitasi Narkoba

Aspek seni tentu tidak bisa disepelekan di setiap bagian kehidupan. Tak terkecuali gerakan melawan narkoba. Menciptakan slogan anti narkoba atau rehabilitasi pun cukup penting dilakukan terutama kalangan anak muda. Kaum remaja perlu berkreativitas untuk menyampaikan semangat menolak narkoba dan menganjurkan rehabilitasi narkoba bagi para pecandu.

Apa itu narkoba tentu sudah banyak yang paham. Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif

Slogan dalam gerakan antinarkoba misalnya :”Jauhi narkoba! dekati aku”. Sementara slogan rehabilitasi narkoba misalnya : ” Jangan pernah menyerah dengan keadaan kita harus bisa mengubah kehidupan kita lebih baik lagi di masa yang akan datang”. Atau “Ubahlah caramu berpikir, maka duniamu juga akan berubah”, “Orang-orang gagal bukan karena mereka bodoh, namun karena mereka tidak punya cukup semangat”.

Berbagai slogan rehabilitasi narkoba tentu sangat penting bari mereka yang akan menjalani program rehabilitasi narkoba atau yang sedang menjalani. Semangat dan tekad bisa digenjot dengan membaca dan meyakini slogan rehabilitasi narkoba tadi. Slogan rehabilitasi narkoba itu bahkan bisa dibuat sendiri oleh mereka yang sedang menjalani rehabilitasi narkoba.

Termasuk upaya dalam menangani problem penyalahgunaan narkotika di Indonesia adalah menjalankan program rehabilitasi. Menurut pasal 54 UU No. 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika dijelaskan bahwa : “Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial”. Adalah tanggung jawab pemerintah dan masyarakat dalam menyelenggarakan tempat rehabilitasi narkoba bagi para pecandu.

Daya tarik narkoba memang berada pada kemampuannya menghasilkan sensasi nyaman sebab mampu mengusir perasaan takut, stres, maupun kegugupan meski itu semuanya semu. Pengguna biasanya merasakan santai dan bahagia. Ketika kondisi high atau perasaan senang yang luar biasa  di luar kenyataan, layaknya mimpi.

Namun dibalik tawaran semu narkoba itu ada ancaman terhadap kesehatan tubuh dan mental. Akibat pemakaian narkoba memang sangat menakutkan. Kesehatan tubuh dan tampilan luar menurun, tubuh kurus, lemah, malas, serta selera makan pun hilang. Suhu tubuh naik turun. Bila kondisi sudah parah maka napas pun melambat dan pendek, pupil mata menciut, raut wajah membiru, tensi darah drop, mengalami kekejangan otot, kesadaran kian lama kian berkurang dan akibat paling parah adalah kematian.

Diantara upaya dalam menangani persoalan penyalahgunaan obat-obatan terlarang yaitu dengan menjalankan rehabilitasi. Berdasarkan ketentuan pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika, para pecandu harus menjalani rehabilitasi agar mereka bisa pulih kembali dan bebas dari ketergantungan narkoba. Setelah fisik, mental dan sosialnya pulih maka mereka bisa menjalankan fungsi sosial dalam hidup bermasyarakat.

Salah satu institusi rehabilitasi yang membuka program rehabilitasi untuk pengguna dan penyalahguna obat-obatan terlarang yaitu Ashefa Griya Pusaka. Ashefa Griya Pusaka menyelenggarakan program rehabilitasi narkoba secara terintegrasi dan ditangani oleh tenaga profesional yang telah tersertifikasi. Masing-masing klien akan mendapatkan terapi dengan metode Individual Treatment Plan secara eksklusif, juga dengan adanya fasilitas premium akan mendukung proses pemulihan secara maksimal dan optimal.

Rehabilitasi narkoba di Ashefa Griya Pusaka terdiri dari empat program lengkap yang meliputi :

  • Program Skrining : Proses awal untuk mengindentifikasi risiko penggunaan zat pasien.
  • Program Asesmen : Rangkaian pemeriksaan untuk mengidentifikasi tingkat keparahan adiksi pasien.
  • Program Observasi : sebagai tindak lanjut dari asesmen untuk mendapatkan gambaran detail terhadap masalah yang dihadapi pasien.
  • Program Rencana Intervensi : di tahap ini psikolog, psikiater, dokter, dan konselor berkolaborasi mengidentifikasi kebutuhan pasien dan menentukan program rehabilitasi yang tepat.